A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
PURWAKARTA  
PEJABAT PEMDA  
   

:

Para Bupati Purwakarta

 

PARA BUPATI
I. Para Bupati Karawang, berkedudukan di Karawang
1. Tahun 1656-1679 Penembahan Singaperbangsa/Adipati Kertabumi IV/Eyang Manggung, berkedudukan di Udug-udug sebagai Bupati Pertama yang merintis pendirian kota Kerawang
2. Tahun 1679-1721 R anom Wirasuta/RAA Panatayuda I, yang memindahkan ibukota ke Karawang. (Bupati II)
3. Tahun 1721-1731 R Jayanagara/RA Panatayuda II (Bupati III)
4. Tahun 1731-1751 R Singanagara/RA Panatayuda III (Bupati IV)
5. Tahun 1751-1786 R Moh soleh/RA Panatayuda IV (Bupati V)
6. Tahun 1786-1811 RAA Singasari Panatayuda (Bupati VI)
7. Tahun 1811- (6 bulan) RA Suriadilaga (Bupati VII)
8. Tahun 1811-1816 RA Sastradipura (Bupati VIII)

II. Para Bupati Karawang berkedudukan di Purwakarta
1. Tahun 1820-1827 RA Surianata/Dalem Santri, yang menetapkan ibukota di Wanayasa, selanjutnya wafat dan dimakamkan di tengah Situ Wanayasa (Bupati IX/I)
2. Tahun 1827-1849 RA Suriawinata Dalem Sholawat yang memindahkan ibukota dari Wanayasa ke Sindangkasih dan selanjutnya memberi nama Purwakarta (Bupati X/II)
3. Tahun 1849-1854 R Sastranegara/R. Moch. Enoch (Bupati XI/III)
4. Tahun 1854-1863 RAA Sastradiningrat I/Uyang Ayim yang membangun pendopo kabupaten, Mesjid Agung dan Situ Buleud (Bupati XII/IV)
5. Tahun 1863-1886 RAA Sastradiningrat II (Bupati XIII/V)
6. Tahun 1886-1911 R Suriakusumah/RAA Sastradiningrat III (Bupati XIV/VI)
7. Tahun 1911-1925 RA Gandanegara, Bupati terakhir keturunan Singaperbangsa (Bupati XV/VII)
8. Tahun 1925-1942 Suriamiharja/Adipati Sangsakuning, Bupati terakhir sebelum pendudukan Jepang (Bupati XVI/VIII)
9. Tahun 1942-1945 R Pandasuriadiningrat/Konco Bupati XVII/IX, saat pendudukan Jepang
10. Tahun 1945-1948 R Juarsa, Bupati Karawang XVIII/X dan kemudian mengungsikan ibukota ke Subang.

III. Para Bupati Purwakarta berkedudukan di Subang
1. Tahun 1948-1949 R Ateng Supraja (Bupati Recomba, membawahi wilayah eks-Karawang Timur
2. Tahun 1949-1950 RM Hasan Suriasacakusuma, Bupati Recomba II
3. Tahun 1950-1958 RPS Hadipranata, Bupati Kab. Purwakarta I berdasarkan UU No. 14 tahun 1950, sementara berkedudukan di Subang (Bupati Purwakarta I)
4. Tahun 1958-1959 M Tanu Gandawidijaja, Pejabat Bupati (Bupati II)
5. Tahun 1959-1966 Tb Mochamad Hasan Sutawinangun (Bupati III)
6. Tahun 1966-1968 Letkol RHA Samsudin, Bupati Purwakarta IV, selanjutnya menjadi Bupati Subang I.

IV. Para Bupati Kabupaten Purwakarta berkedudukan di Purwakarta
1. Tahun 1968-1969 HS Ronggowaluyo, Pejabat Bupati (Bupati V/I)
2. Tahun 1969-1979 Kol Inf RA. Muchtar (Bupati VI/I)
3. Tahun 1979-1980 Kol Inf RHA. Abubakar, Pejabat Bupati merangkap
Residen Wilayah IV (Bupati VII/III)
4. Tahun 1980-1982 Letkol AU Drs. Mukdas Dasuki (Bupati VIII/IV)
5. Tahun 1982-1983 Kol Inf (Purn) RHA Abubakar ditunjuk kembali sebagai Pejabat Bupati merangkap Pembantu Gubernur Wilayah IV/Ka. Itwil Propinsi (Bupati IX/V)
6. Tahun 1983-1988 Drs H Soedarna TM, SH, sebagai Bupati Purwakarta yang berkedudukan di Purwakarta. Bupati VI atau Bupati Kabupaten Purwakarta X sejak Kabupaten Purwakarta masih berkedudukan di Subang.
7. Tahun 1988-1993 Drs H Soedarna TM, S.H sebagai Bupati Purwakarta VII yang kedua kalinya.
8. Tahun 1993-2003 Drs H Bunyamin Dudih, SH, menjabat sebagai Bupati Purwakarta VIII.
9. Tahun 2003-2008 Drs H Tubagus Lily Hambali Hasan, MSi. Menjabat sebagai Bupati Purwakarta IX. (Untuk pertama kalinya, mempunyai Wakil Bupati, yaitu H Dedi Mulyadi, SH).

10. Tahun 2008-sekarang H Dedi Mulyadi, SH).   ►mti/bh-sh

 

 


POTENSI:

Waduk Jatiluhur Simbol Keluhuran Purwakarta

Waduk Jatiluhur, sebuah karya besar bang-sa Indonesia. Waduk ini juga merupakan simbol keluhuran hati masyarakat Purwa-karta. Waduk di Purwakarta ini memasok kebutuhan air minum, pengairan dan listrik bagi masyarakat Ibukota Jakarta dan Bekasi. Tanpa Waduk Jatiluhur, DKI Jakarta akan menderita. Lalu apa manfaatnya bagi Purwakarta?


Dedi Mulyadi, SH

Muda, Berkarakter dan Visioner

Dia seorang pemimpin berkarakter, cerdas dan visioner. Masih tergolong muda (37 tahun) untuk sebuah jabatan Bupati Kabupaten Purwakarta (2008-2013). Sebelumnya, ia sudah menjabat Wakil Bupati (2003-2008). Dia punya visi membangun Purwakarta menuju digjaya berbasis kearifan lokal.

 

Dedi Mulyadi, SH (04)

Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

WAWANCARA: Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, SH, seorang pemimpin berusia muda (37 tahun) punya visi membangun Purwakarta Berkarakter berbasis religi dan kearifan lokal. Dan untuk mewujudkannya, ia menggariskan kebijakan strategis Sembilan Langkah Menuju Digjaya Purwakarta.

 

Dedi Mulyadi, SH (02)

Visi: Berbasis Kearifan Lokal

Purwakarta Berkarakter, Menuju Digjaya Berbasis Kearifan Lokal. Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dalam visi Bupati Dedi Mulyadi, SH, dalam proses pembangunannya harus berkarakter menuju digdaya berbasis kearifan lokal. Pengalaman selama lima tahun sebelumnya sebagai Wakil Bupati telah menginspirasinya menetapkan visi pembangunan Purwakarta Berkarakter itu.

 

Dedi Mulyadi, SH (03)

Sembilan Langkah Menuju Digjaya Purwakarta

Sebagai upaya meningkatkan pembangunan di Kabupaten Purwakarta, Bupati Purwakarta telah menetapkan sembilan langkah kebijakan yang akan ditempuh, yaitu:

 

 

Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (01)

Negarawan Berorientasi Social Welfare

Bupati Purwakarta Drs H Tubagus Liliy Hambali Hasan, MSi, seorang pamong negarawan berjiwa enterpreneur yang berorientasi prestasi dan social welfare (welfare state). Organisator berlatar birokrat profesional berjiwa kebangsaan dan relijius (Islam) ini selalu menempatkan diri sebagai pemimpin (bupati) yang melayani segenap lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

 

Dedi Mulyadi, SH

Wakil Bupati Purwakarta

Muda dalam Jabatan Tinggi. Usia Dedi Mulyadi, SH masih tergolong muda (35 tahun) untuk sebuah jabatan yang cukup tinggi, Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta. Dia juga orang nomor satu di kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Purwakarta. Dedi melangkah ke kursi wakil bupati dari anggota DPRD Purwakarta mewakili partainya. Dia punya prinsip, “berpikir cerdas dan bekerja keras.”
 

Drs Dudung B Supardi, MM

Ulet dan Penuh Dedikasi

Drs. Dudung Bachtiar Supardi, MM, putra seorang guru Sekolah Dasar, pribadi yang sopan, menghormati orang yang lebih tua dan dituakan. Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta ini seorang magister manajemen yang punya latar belakang karir yang panjang dan pendidikan ilmu pemerintahan.

 

Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (04)

Data Kemajuan Purwakarta

Data terakhir yang diterima Wartawan Tokoh Indonesia Benhard Sihite dari Kabag Humas Pemda Kabupaten Purwakarta Nina Meinawati, SH, menunjukkan berbagai kemajuan. Penduduk kabupaten Purwakarta berjumlah 782.262 jiwa dengan pertumbuhan 2,42% per tahun, PDRB (Product Domestic Regional Bruto) harga berlaku Rp 7.992.203 naik dari Rp 6. 717.531 tahun sebelumnya, IPM (Indek Pembangunan Manusia) 68,34.

 

Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (05)

Prestasi dan Penghargaan 2004-2006

Berbagai prestasi yang diraih oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Purwakarta, dalam kurun waktu 2004-2005, antara lain: Dalam bidang investasi, setelah menerima penghargaan yang sama tahun 2003, Purwakarta kembali memperoleh penghargaan “KPPOD Award” sebagai daerah yang mempunyai daya tarik investasi tertinggi untuk kabupaten seluruh Indonesia. Penghargaan ini telah dua kali diraih oleh Purwakarta secara berturut-turut, bersaing dengan 161 kabupaten di Indonesia. 

 

Drs. H. Lily Hambali Hasan Msi (08)

Anggaran Pendidikan 38 Persen

Satu langkah sangat berani Bupati H Lily Hambali Hasan mengalokasikan 38 persen anggaran pendidikan dalam APBD 2006. Langkah ini diambil karena Bupati beranggapan pembangunan hakekatnya menempatkan manusia sebagai subyek, bukan obyek.


Purwakarta Segitiga Emas Jakarta-Bandung-Cirebon

Bupati Purwakarta ingin mengembangkan segitiga emas Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung, dan Purwakarta-Cirebon untuk memajukan investasi dan perda-gangan di daerahnya. Ini dilihat dari letak Purwakarta yang menjadi titik singgung dari ketiga kota yang punya potensi besar di bidang investasi dan perdagangan itu.

 

PARIWISATA:

Purwakarta Menuju Pusat Wisata

Bukan hanya mimpi bilamana suatu saat daerah Purwakarta menjadi pusat wisata di Jawa Barat. Letaknya yang berdekatan dengan Jakarta dan Bandung, apalagi setelah berfungsinya jalan tol Cipularang, menempatkan Purwakarta sebagai pusat persinggahan dan kawasan peristirahatan (resort area) yang menarik sekedar menyepi dari kebisingan kota Jakarta dan Bandung.