| jaksa agung |
|
| KEJAKSAAN AGUNG |
|
| |
|
Menteri:
►Hendarman Supandji,
2007-0000
►Abdul Rahman Saleh, SH
2004-2007 :: Kabinet Indonesia Bersatu
►H.MA. Rahman.SH
2001-2004 :: Kabinet Gotong Royong
►Baharuddin Lopa
(1935-2001)
2001-2001 :: Kabinet Persatuan Nasional
►Marzuki Darusman
1999-2001 :: Kabinet Persatuan Nasional
Alamat:
Jalan
Marwan Effendy
Setelah
dilantik sebagai JAM Pidsus 14/4/2008, Marwan Effendy langsung melakukan
pembenahan dalam penanganan perkara di Kejaksaan Agung.
Mantan Pusdiklat Kejagung
kelahiran Lubuk Linggau, Sumsel 13 Agustus 1953, itu terus berupaya mengembalikan
dan menjaga kredibilitas lembaganya.
Antasari Azhar
Entah berkah entah pula musibah, yang jelas kasus Tommy Soeharto telah
melambungkan nama Antasari Azhar, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Tak heran, kalau setiap kali ia berada di tempat-tempat umum, orang-orang
langsung menatapnya sambil berbisik-bisik. Sebenarnya, ia merasa risi juga.
Namun apa mau dikata. "Saya merasa menjadi selebritis," guyon Antasari.
|
|
Hendarman Supandji
Itulah
motto Hendarman Supandji, Jaksa Agung yang menggantikan
Abdul Rahman Saleh
dalam resuffle kabinet 7 Mei 2007. Sebelumnya dia menjabat Jaksa Agung
Muda Pidana Khusus yang juga menjabat Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tim ini terdiri
dari Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan BPKP.
Abdul Rahman Saleh
Namanya populer tatkala sebagai hakim agung menyampaikan dissenting
opinion (pendapat berbeda) dalam kasus korupsi Bulog II dengan
terdakwa Akbar Tandjung cs. Entah karena itu, pria kelahiran
Pekalongan, 1 April 1941, ini tiba-tiba dipercaya
SBY-JK menjabat Jaksa Agung KIB. Namun, ia digantikan
Hendarman
Supandji
dalam resuffle kabinet 7 Mei 2007.
Baharuddin Lopa (1935-2001)
Lopa adalah jaksa yang hampir tidak punya rasa takut,
kecuali kepada Allah. Dia salah seorang contoh dari orang-orang
yang berani melawan arus kebobrokan serta pengaruh
kapitalisme dan liberalisme dalam hukum. Sayang Lopa sudah wafat. Tetapi
dia telah meninggalkan warisan yang mulia untuk menegakkan keadilan.
Harprileny Soebiantoro SH, CN MH
Jamdatun ini mengatakan
saat ini orang-orang hanya bicara soal hukum tapi keadilan masih terasa
jauh. Keadilan masih di mulut, belum menjadi bagian hidup manusia
Indonesia. Kinerja Helen, panggilan akrabnya, ketika memimpin Kajati Jabar telah memposisikannya sebagai seorang perempuan pendekar
hukum yang punya komitmen untuk mewujudkan keadilan di negeri ini.
|
|