HARI ULANG TAHUN
01 Jul 1906 :: Achmad Jahja Kostermans, Prof,Dr, Purworejo
01 Jul 1950 ::
Jos
J Sukandar, Ngawi
02 Jul 1932 ::
Edhi Sunarso,
Salatiga, Pematung
02 Jul 1937 :: S Diran, Pelawak
02 Jul 1958 ::
Jansen Hulman Sinamo,
Dairi
03 Jul 1883 ::
Abdul Muis,
Bukit Tinggi (Bandung, 17 Juni 1959)
03 Jul 1945 ::
Ashadi Siregar, Novelis
03 Jul 1967 ::
Rustriningsih Msi, Kebumen
04 Jul 1940 ::
Subrata, Cirebon
04 Jul 1943 ::
Siswono Yudo Husodo, Long Iram, Kaltim
04 Jul 1948 ::
Abdullah Puteh,
Meunasah Arun, Aceh Timur
04 Jul 1957 ::
Hermawan Sulistyo,
Ngawi, Jatim
05 Jul 1924 ::
Soebagijo IN,
Blitar
05 Jul 1929 ::
Pudjiwati Sajogyo^, Cirebon (wf Bogor
20/8/02)
05 Jul 1939 ::
Aminuddin Ponulele, Palu
05 Jul 1943 ::
Djoko Kirmanto, Pengging, Jawa Tengah
05 Jul 1962 :: Anton Haliman, Pengusaha Real Estate
06 Jul 1943 ::
Irma
Hardisurya
06 Jul 1952 ::
Kristiani Herrawati,
Yogyakarta
06 Jul 1955 ::
Marwan Batubara,
Delitua, Sumut
06 Jul 1966 ::
Bejo Rudiantoro, Purworejo
07 Jul 1927 ::
Ali Sadikin, Sumedang (Singapura, 20 Mei 2008)
07 Jul 1929 :: Soebagio Sastrodiningrat, Prof.Dr, Klaten
08 Jul 1935 :: Zainuddin Harahap, Dr,MSc, Palsabolas, Tapanuli
08 Jul 1950 ::
Rustam
Effendi, Medan
09 Jul 1948 ::
Hassan Wirayuda, Tangerang, Banten
10 Jul 1911 :: Ir. H Djuanda^, Perdana Mentri
10 Jul 1954 ::
Gandjar Wiranegara,
Bnjrmasin (Jkt, 08 Feb 2008)
10 Jul 1964 ::
Roy Sembel,
Jakarta
11 Jul 1935 ::
Titie Said, Wartawati
11 Juli 1942 ::
Matori
Abdul Djalil, Salatiga (Jkt, 12 Mei 2007)
12 Jul 1942 ::
Jonathan L. Parapak, Rantepao, Sulsel
12 Jul 1948 ::
Zulkifli Nurdin, Muara Sabak, Jambi
12 Jul 1950 :: Widyawati, Artis Film
13 Jul 1937 ::
Edith
D Tobing Nababan, SH, Mantan Hakim Agung
13 Jul 1949 ::
Sudi Silalahi, P.Siantar
14 Jul 1945 ::
Wimar Witoelar,
Padalarang
14 Jul 1952 ::
Koesmawan, Garut
15 Jul 1943 ::
Sinambela, Tarnama, KRHT, Porsea
15 Jul 1969 ::
Drs. Anas
Urbaningrum, MA, Blitar
16 Jul 1945 ::
Aksa Mahmud, HM,
Barru, Sulsel
16 Jul 1946 :: Achmad Albar, Artis Penyanyi
16 Jul 1951 ::
Surya Dharma Paloh, Banda Aceh
17 Jul 1908 :: M Natsir^, Ulama
17 Jul 1937 ::
Hartono Mardjono,
Tegal (Wf 15 Juni 2003)
17 Jul 1939 :: Payaman Jan Simanjuntak, Dr,
Siborongborong
18 Jul 1942 ::
Achmad Zen Umar Purba,
Tebing Tinggi
18 Jul 1944 ::
Kodradi, Boyolali
18 Jul 1956 ::
Syswanto NS, Semarang
18 Jul 1966 ::
Nurul Arifin,
Bandung
18 Jul 1968 ::
Roy Suryo, Yogyakarta
19 Jul 1951 ::
Wresniwiro,
Yogyakarta
20 Jul 1921 ::
Rustandi Kartakusuma,
Ciamis (Jkt, 11 Apr 2008)
20 Jul 1930 ::
Arnold A Baramuli, Pinrang (Jkt, 11 Okt 2006)
20 Jul 1933 :: Iwan T. Budiarso, Dr,DVM,MSc, Klaten
20 Jul 1934 ::
Adnan Buyung Nasution, Jakarta
21 Jul 1966 ::
Iwan Cahyono,
Jakarta
22 Jul 1917 ::
Adam Malik^, P. Siantar (wf
Bandung, 5/9/1984)
22 Jul 1950 ::
Erros
Djarot, Rangkasbitung, Banten
22 Jul 1954 ::
Sri Pannyavaro Mahathera,
Blora
23 Jul 1935 :: DR. Sudraji Sumapraja, Ilmuwan
23 Jul 1937 :: Endang Kusdiningsih, Artis Film
24 Jul 1935 ::
RO Tambunan, SH, Tapanuli Utara
24 Jul 1943 ::
Sarwono Kusumaatmadja,
Jakarta
24 Jul 1948 ::
Slamet Supriadi, S.IP, M.Sc.MM, Purwekerto
24 Jul 1948 ::
Sasongko Soedarjo,
Solo (Jakarta, 30 Agu 2007)
25 Jul 1920 ::
PK
Ojong, Bukittinggi (wf Jkt, 1980)
25 Jul 1925 ::
Sarwo Edhie
Wibowo, Purworejo (Jkt, 09 Nov 1989)
25 Jul 1944 :: Broery Pesulima^, Artis Penyanyi
26 Jul 1914 :: Pak Kasur^, Pendidik
26 Jul 1922 ::
Chairil Anwar,
Medan (Jkt, 28 Apr 1948)
26 Jul 1954 ::
Widya Purnama,
Pare-Pare, Sulawesi Selatan
27 Jul 1948 ::
Rita Sri Wahyusih Subowo,
Jogjakarta
27 Jul 1950 ::
Supriyanto Wirjosaputro,
Bandung
27 Jul 1958 ::
Eka Julianta
Wahjoepramono, Klaten
28 Jul 1951 ::
I Gusti Made Oka,
Denpasar
28 Jul 1954 ::
Jusman Syafii Djamal,
Langsa
29 Jul 1941 ::
Goenawan Mohamad,
Karangasem Batang, Jateng
29 Jul 1943 ::
Tumpak Hatorangan
Panggabean, Sanggau
30 Jul 1888 ::
Sutomo,
Desa Ngepeh, Jatim (wf Sby 30 Mei 1938)
30 Jul 1902 :: Prof. DR. Bahder Djohan^, Rektor UI
30 Jul 1946 ::
Abdussalam Panji Gumilang,
Gresik
31 Jul 1917 ::
HB
Jasin^, Budayawan (wf Jkt 11 Mar 2000) 31 Jul 1952 :: Pratiwi
Soedarmono, Calon Antariksawati
31 Jul 1970 ::
Aziz Syamsuddin,
M, Jakarta
RM Roy Suryo (01)
Siapa yang tak kenal dengan Roy Suryo. Dia pakar multimedia
yang kesohor. Dengan talenta yang dimiliki, pria kelahiran Yogyakarta,
18 Juli 1968, ini begitu lancar dan gamblang mengungkap beberapa kasus
foto-foto di internet melalui penelusuran yang berhubungan erat dengan
dunia teknologi informasi.
Hermawan Sulistyo
Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik LIPI, ini seorang ' aktivis provokator'
reformasi 1998. Pria kelahiran Ngawi, 4 Juli 1957, yang akrab dipanggil Kikiek Haryodo,
ini seorang profesor pemikir strategis aksi mahasiswa 1998 yang berhasil
mengakhiri kekuasaan 32 tahun Orde Baru.
Jusman Syafii Djamal
Jusman tak menduga akan menjadi Menhub menggantikan Hatta Rajasa. Namun peranannya sebagai anggota Tim Nasional EKKT membuatnya lebih dikemal
Presiden SBY dan mengangkatnya jadi Menhub (reshuffle kabinet, 7 Mei
2007. Dia berjanji harus bisa capai nihil kecelakaan jasa transportasi.
Aksa Mahmud, HM
Dia pengusaha pejuang yang kemudian bertekad mengabdi sebagai
politisi negarawan. Setelah bekerja keras membangun
imperium bisnis Bosowa Group, HM Aksa Mahmud, bertekad mengabdikan diri
sebagai negarawan, baik sebagai Anggota DPD maupun wakil Ketua MPR
(2004-2009).
Tumpak Hatorangan Panggabean
Tumpak
Hatorangan Panggabean, pria
berdarah Batak kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943, sangat
ditakuti para koruptor. Dia berbicara tegas dan apa adanya. Dia terkesan
tidak kenal kompromi. Sebelum terpilih menjadi Wakil Ketua KPK, lulusan
Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini selama 30 tahun
berkarier di Kejaksaan RI.
Rita Sri Wahyusih Subowo
Perempuan kelahiran Jogjakarta 27 Juli
1948, ini menorehkan sejarah di bidang organisasi
olahraga Indonesia. Mantan Sekjen
KONI Pusat itu
terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pusat 2007-2011, pada Musornas Ke-10 KONI, Jumat (23/2/2007) di Jakarta,
meraih 43 suara mengungguli Luhut 38 suara.
Bejo Rudiantoro
Menyandang predikat politisi,
membuat banyak kader partai bangga. Namun bagi Bejo Rudiantoro, Wakil
Ketua PP BIK Partai Golkar, justru merasa gamang dan
gundah disebut politisi. Itu dikarenakan imej politisi saat ini terkesan hanya bekerja untuk
kepentingan pribadi, golongan, kelompok dan jangka pendek. Dr Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS
Dia
salah seorang dokter ahli bedah saraf yang masih terbilang langka di Indonesia.
Dia bahkan sudah menemukan teknologi baru operasi bedah saraf otak,
yakni melalui hidung yang disebutnya dengan Trans Clival.
Selama kurun waktu 10 tahun, dr Eka sudah
menangani operasi 2.839 penderita.
Achmad Zen Umar Purba
Mantan wartawan ini dinobatkan jadi
Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Universitas Indonesia, 7 September
2005. Dia guru besar yang melintasi empat dunia profesi berbeda. Mulai
dari wartawan, dosen, konsultan hukum dan birokrasi. Namun dalam
menggumuli setiap profesi itu, profesi dosen tak pernah ditinggalkannya. Prof. Dr. Ir. Koesmawan
Sosoknya merupakan gabungan tipikal insinyur, pendidik dan konsultan,
sekaligus aktivis Muhammadiyah yang banyak menggeluti bidang pendidikan.
Sebagai seorang ahli manajemen industri, ia mempunyai pemikiran yang
khas, sekaligus kritis tentang masa depan industri dan perekonomian
nasional. M Aziz Syamsuddin (01)
Dia politisi muda berwawasan lintas profesi. Meski masih muda Aziz
Syamsuddin sudah menekuni beberapa profesi, mulai dari bankir, advokat
sampai anggota DPR-RI. Namun dalam aneka profesi itu, dia selalu
konsisten untuk menempatkan diri in lining dengan level ground basic-nya
di bidang keuangan dan hukum.
Siswono Yudo Husodo (1)
Selama menjabat
menteri (1988-1998), ia telah teruji
bersih dari KKN. Ketua Umum HKTI penerima Entrepreneur Agribusiness Award
2003, ini telah menjalani pergulatan hidup mulai dari pengusaha, politisi, menteri, petani hingga didaulat
menjadi calon wakil presiden independen Pemilu Presiden 2004. Ia Cawapres teruji
bersih KKN!
Kodradi
Dia seorang bankir yang telah merengkuh banyak pengalaman. Sebelum menjabat
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Kodradi, kelahiran Boyolali, 18 Juli 1944,
ini sudah teruji di Bank Mandiri,
Bank Bumi Daya dan Bank Ekspor Impor. Dia menganut AFTA (Action First
Talk After) dalam bekerja. Marsda TNI Drs. Wresniwiro, SE
Marsda
TNI Drs. Wresniwiro, SE Lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1951. Diterima
sebagai calon taruna tahun 1970 dan dilantik oleh Presiden RI sebagai
Letda, Desember 1973. Selanjutnya mengikuti pendidikan Sekbang A-20 dan
diwisuda (Wing Day) sebagai penerbang pada tahun 1975. Pada bulan November
2003 diangkat sebagai Aspers Kasau.
Marsda TNI I Gusti Made Oka, SE
Marsda TNI I Gusti Made Oka, SE lahir di Denpasar, 28 Juli 1951,
diterima menjadi Calon Prajurit Taruna 1972 dan dilantik Presiden RI 1975.
Kemudian mengikuti Pendidikan Sekbang dan dilantik tahun 1977. Pada
tanggal 11 Maret 2004 dilantik menjadi Panglima Komando Operasi TNI
Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Makassar.
Rustam Effendi
Dia pamongpraja yang inovatif dan selalu giat bekerja keras layaknya
seorang entrepreneur atau wirausahawan sejati. Maka, dia digelari pamong
entrepreneur yang berorientasi pelayanan dan kepentingan rakyat. Di setiap
pos pengabdian yang dipercayakan kepadanya, selalu saja meninggalkan jejak
yang patut diteladani dan dikenang. Djoko Kirmanto
Dia kembali berkiprah ke habitatnya. Mantan Sekjen Depkimpraswil yang
mengawali karir di Departemen Pekerjaan Umum (DPU) sebagai Site Engineer
Pembangunan Pondasi Jembatan Karang Semut, Yogyakarta, ini
dipercaya menjabat Menteri PU KIB. Dia dan segenap
karyawan menyambut gembira kembalinya nama departemen ini, DPU.
Irma Hardisurya
Bagi mantan ratu kecantikan pertama Indonesia (Miss Indonesia di
International Beauty Pageant 1969 Tokyo), ini hidup adalah anugerah Tuhan. Setelah sukses sebagai ratu
kecantikan, ia memilih menjadi wartawan Majalah Femina. Kemudian, lulusan
Senirupa ITB ini dikenal sebagai
pelukis realisme romantik kontemporer. Ali Sadikin
Bang
Ali menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana karena dinilai
berjasa luar biasa terhadap negara dan bangsa, khususnya mengembangkan
Kota Jakarta sebagai Kota Metropolitan. Presiden Soekarno mengangkat
putera bangsa kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 ini sebagai Gubernur Jakarta
lantaran dianggap kopig alias keras kepala. Dia berhasil sebagai
pemimpin justru karena pembawaannya yang keras itu. Goenawan Mohamad
Ia seorang jurnalis dan sastrawan yang
kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia
memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan
dan organisasi yang didirikannya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom "Catatan
Pinggir" di Majalah Tempo.
Sarwono Kusumaatmadja
Dia
seorang politisi lintas orde dan lintas aliran. Mantan Sekjen Golkar dan Menteri Negara
PAN (1988 – 1993), Menteri Negara Lingkungan Hidup (1993 – 1998) dan Menteri
Eksplorasi Kelautan
(1999 – 2001), ini teruji bebas KKN. Kemudian, dia pun terpilih menjadi
anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta pada Pemilu 2004. Prof. DR. KRHT Tarnama Sinambela
Kusumonagoro
Dia potret anak bangsa yang terkenal gigih, ulet dan pantang menyerah
hingga meraih sukses. Pengusaha, pendiri dan pemilik PT Sumber Batu Group
ini, selain sukses sebagai pengusaha, juga sangat peduli pada pengembangan
budaya, pendidikan dan kerohanian. Putera berdarah Batak
ini memperoleh Gelar KRHT dari
Keraton Solo, Surakarta.
Erros Djarot
Inilah potret seorang budayawan yang secara sadar ‘menjerumuskan diri’
dalam dunia politik. Pilhan itu didorong pemahamannya tentang suasana
batin rakyat dan bangsanya. Kendati, dalam kondisi perilaku para
politisi saat ini, Ketua Umum DPP PNBK ini sesungguhnya merasa malu disebut politisi. RO Tambunan, SH
Advokat kawakan yang juga makan asam garam dalam pentas politik ini,
pernah duduk di kursi DPR dari Golkar. Tapi ketika Megawati
ditindas dan berani tampil melawan, ia pun bersedia memimpin
Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) tanpa pamrih. Kemudian, ia mendirikan
Partai Pilihan Rakyat dan Partai Kemerdekaan untuk ikut
Pemilu 2004.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Surya Dharma Paloh
Dia publisher terkemuka di negeri ini. Pria berkulit sawo yang selalu
memelihara brewok hitam tebal membalut pipi dan dagu itu seorang orator pembawa suara masa depan yang selalu bicara
berapi-api di hadapan massa. Calon Presiden melalui Konvensi Partai Golkar
ini berkehendak kuat menjemput masa depan bangsa ini.
Jonathan L. Parapak
Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di
Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat
dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan
prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana
Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Wimar Witoelar
Joke-joke politik pemandu Talkshow Prespektif dan mantan Kepala Juru
Bicara Kepresidenan era Gus Dur, ini mampu mencelikkan mata hati demokrasi
setiap orang. Pakar dan pelaku profesional komunikasi yang pendiri
InterMatrix Communications, ini seorang juru bicara demokrasi paling
piawai yang santun dan humoris.
Kristiani Herrawati
Lahir, dibesarkan dan berkeluarga di lingkungan para perwira militer,
kemudian diperkaya dengan jabatan politik sebagai Wakil Ketua Umum DPP
Partai Demokrat, telah memberi bekal kepada Ibu Negara (The First
Lady) ini sebagai pendamping yang sepadan bagi suaminya, Susilo
Bambang Yudhoyono, menjalankan pengabdian sebagai Presiden RI. Widya Purnama
Ia dilantik menjabat Direktur Utama PT Pertamina, Rabu 11 Agustus 2004,
meninggalkan jabatannya sebagai Dirut Indosat. Dia berjanji akan melawan mafia minyak dan menjaga agar
Pertamina tidak "diobok-obok" lagi oleh oknum tertentu. Namun
belum keinginannya tercapai, dia diganti Rabu 8 Maret 2006, karena
sering berbeda kebijakan dengan Menneg BUMN.
Soebagijo IN
Wartawan Senior, pengarang buku Jagad Wartawan Indonesia,
ini dikenal sebagai ‘kamus hidup’ pers
Indonesia. Pengetahuannya yang luas tentang sejarah pers Indonesia bisa
dilihat dari kemampuannya merangkai kisah sejarah pers sejak zaman Hindia
Belanda sampai tahun 1980-an, termasuk berbagai tokoh pers dan kehidupan
profesi wartawan.
Dr. Hassan Wirayuda
Ia berjanji memberikan prioritas pada masalah politik luar negeri yaitu, melaksanakan politik bebas
aktif, terutama dalam upaya memulihkan citra dan kepercayaan dunia luar
kepada Indonesia.
Ia terutama juga berusaha memagari disintegrasi dan tentu saja membantu
pemulihan ekonomi.
Laksma TNI J Jos Sukandar
Laksamana Pertama TNI J Jos Sukandar, S.IP menjabat Ka Poksahli "A"
Wilnas. Penganut agama Katolik kelahiran Ngawi, 1 Juli 1950, ini
sebelumnya bertugas
sebagai Komandan Koarmabar, Lantamal II Bandung. Alumni KIBI Angkatan-49
ini telah menerima tanda jasa Bt. Yudha Dharma Nararya,
Bt. Jalasena Nararya dan Sl. Kesetiaan XXIV.
Edhi Sunarso
Dia pematung beberapa monumen dan diorama sejarah yang
tersebar di beberapa kota Indonesia. Di antaranya patung Monumen Selamat
Datang di Bundaran HI dan Diorama Sejarah Monumen Nasional di
Jakarta. Karena karya-karyanya,negara menganugrahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma
(2003) kepadanya.
Ashadi Siregar
Ashadi menerbitkan novelnya yang berjudul
Jentera Lepas (1979) yang menceritakan nasib sebuah keluarga yang
berkaitan dengan PKI sesudah peristiwa 1965. Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerbitan Yogyakarta
(LP3Y) Ashadi Siregar berpendapat, pengendalian penduduk Indonesia tetap
menjadi agenda serius.
Syswanto NS
Dididik dengan
disiplin keras dan penuh kasih sayang oleh ayah-ibu, membentuk pribadi Sys Ns menjadi seorang yang
keras, berani, namun tetap penuh kasih sayang. Di masa mudanya dia telah
mandiri di tengah kerasnya kehidupan metropolitan. Istrinya,
Shanty Widhiyanti, kemudian menuntunnya pada arti
hidup yang sesungguhnya.
Zulkifli Nurdin
Melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar, Zulkifli Nurdin
kembaIi maju sebagai calon gubernur periode kedua 2005-2010, berpasangan
dengan Antony Zeidra Abidin. Selama lima tahun kepemimpinannya
(1999-2004), dia telah menunjukkan sosok sebagai pemimpin
yang menjanjikan perubahan bagi Jambi.
Roy Sembel
Krisis terjadi terutama karena sekitar 90 persen manusia hanya
mengguna-kan 10 persen dari kapasitasnya. Kalau bisa menggunakan 20 persen saja, manusia akan menaikkan apa yang didapat dua kali lipat. Dengan demikian, krisis akan tertanggulangi.
Bagaimana caranya sehingga angka 10 persen itu bisa
dinaikkan?
|
|