HARI ULANG TAHUN
01 Apr 1941 ::
Herman Satriyo Endro, S.H, Surabaya
01 Apr 1941 ::
Abdul Rahman Saleh, S.H, Pekalongan
01 Apr 1942 :: Judowibowo Poerwowidagdo, Ph.D,MA, Purwodadi
02 Apr 1947 ::
Tineke Latumeten, Kediri (wf 30/9/02)
02 Apr 1955 ::
Tumpal Harianja, Pahae Jae, Taput
02 Apr 1964 ::
Maya Rumantir, Makassar
03 Apr 1917 ::
Herawati Diah
03 Apr 1948 :: Prijono Tjiptoherijanto, Dr, Malang
04 Apr 1928 ::
Ihromi,
Garut (wf Jakarta, 25 Sep 2005)
04 Apr 1929 ::
Ismail Hasan Metareum,
Sigli (wf Jkt, 2 Apr 2005)
04 Apr 1942 ::
Rudolf Matzuoka Pardede, Balige
04 Apr 1943 :: Harun
Tohir, P Bawean (Singapura 17 Okt 1968)
04 Apr 1947 ::
Wiranto,
Yogyakarta
04 Apr 1950 ::
Andung A. Nitimiharja,
Bandung
05 Apr 1930 :: Fridolin Ukur, Dr, Pdt, Tamiyang Lajang
05 Apr 1939 :: Soedarjono, Drs, Tingkir-Salatiga
05 Apr 1958 :: Diana Nasution
06 Apr 1944 :: Muchammad Sri Saeni, dr,Ir,M.Sc, Purwokerto
06 Apr 1951 ::
Ernie Djohan,
06 Apr 1953 ::
Paskah Suzetta,
Bandung
07 Apr 1955 :: Nursyahbani Katjasungkana, SH, Jakarta
07 Apr 1968 ::
Maruasas Henry Purba,
D Snggl (Jkt, 31 Mei 2007)
08 Apr 1944 ::
Sinis Munandar, Comal, Pemalang
08 Apr 1960 ::
Dr HM Hidayat Nur Wahid, Klaten
09 Apr 1929 ::
Sasminta Mardawa,
Yogyakarta
09 Apr 1934 :: Gatut Ashadi, Prof,Dr.
09 Apr 1940 ::
Jujun S Suriasumantri, Tasikmalaya
09 Apr 1941 ::
Ginandjar Kartasasmita,
Bandung
09 Apr 1950 :: John Aristianto Prasetio, Drs, Semarang
09 Apr 1966 ::
Ali Umri, HM, Rantauprapat
10 Apr 1875 :: Hasyim Ashari,
K.H., Ulama (wf 25 Juli 1947)
10 Apr 1936 ::
Adrianus Mooy, Rote
10 Apr 1942 :: Bob Pardamean Nainggolan, SH, Tarutung
10 Apr 1948 ::
Fauzi Bowo,
Jakarta
10 Apr 1957 ::
Soetrisno Bachir, Pekalongan
11 Apr 1938 ::
I Putu Soekreta Soeranta, Klungkung, Bali
11 Apr 1941 :: Achmad Sujudi, Bondowoso, Jawa Timur
11 Apr 1944 ::
Putu Wijaya,
Tabanan, Bali
12 Apr 1912 :: Sri Sultan
HB IX^, Jogja, (wf AS 1-10-1988)
12 Apr 1935 :: Dendasurono Prawiroatmodjo, Dr, Wonogiri
12 Apr 1939 ::
Chairani A
Wani, Palembang
12 Apr 1941 ::
Taufiq Effendi, Barabai, Kalsel
12 Apr 1958 :: I.Putu Gede Ary Suta, Drs, MBA, Denpasar
12 Apr 1971 ::
Dedi Mulyadi, Subang
13 Apr 1936 ::
Abraham Dominggus Tuapattinaya, BA
13
Apr 1939 ::
Rumhardjono,
(Jakarta, 19 Sep 2007)
13 Apr 1939 :: Drs. Surjadi, Ketua PDI
14 Apr 1925 ::
Paku Buwono XII (1925-2004),
Surakarta
14 Apr 1944 ::
Jacob Nuwa Wea, Flores, NTT
14 Apr 1965 ::
Sundari
Untinasih Sukotjo, Artis Penyanyi
15 Apr 1947 ::
Ronny Pasla,
Medan
16 Apr 1924 :: Prof. Abu Ridho, Ahli Keramik Kuno Cina
17 Apr 1934 ::
Charles Himawan, Semarang (wf Jkt 11 Mei 2002)
17 Apr 1929 ::
Mochtar Kusumaatmadja,
Jakarta
17 Apr 1938 :: Silalahi, TB,
P Siantar
17 Apr 1941 ::
Retnowati
Abdulgani, SH,MBA, Surabaya
17 Apr 1945 ::
Bungaran Saragih, Pematang Siantar
17 Apr 1947 ::
Tamrin Amal Tomagola, Galela, Halmahera Utara
17 Apr 1956 ::
Jimly Asshiddiqie SH, Prof Dr,
Palembang
18 Apr 1935 ::
Iwan Tirta, Blora, Jateng
18 Apr 1948 ::
Harprileny Soebiantoro,
Padang
18 Apr 1961 ::
Teti Suryati,
Garut
19 Apr 1919 ::
Mohammad Isnaeni, Ponorogo (wf
26/10/02)
20 Apr 1935 :: Thee Kian Wie, Ph.D, Jkt
20 Apr 1942 ::
Dawam Rahardjo,
Solo
21 Apr 1879 :: Kartini, RA,
Jepara (wf 17 Sep 1904)
21 Apr 1950 ::
Ryamizard Ryacudu,
Palembang
21 Apr 1955 :: Ebiet G Ade, Artis Penyanyi
21 Apr 1961 ::
Alvin Lie Ling Piao, MSc,
Semarang
22 Apr 1935 :: Sihombing, DTH, Prof, Ph.D,M.Sc,Drh, D.Sanggul
22 Apr 1938 :: Edi Sudrajat,
Jambi (Jakarta,01 Des 2006 )
22 Apr 1949 ::
Widjanarko Puspoyo,
MA, Jogjakarta
22 Apr 1955 ::
Camelia Malik,
Jakarta
23 Apr 1947 :: Irwan Hidayat,
Yogyakarta, Pengusaha Jamu
24 Apr 1940 :: Viktor Daulat Sibarani, SH, Balige-Taput (Sumut)
24 Apr 1944 :: Sri Pamoedjo Rahardjo, Ph.D,M.Sc, Banyumas
24 Apr 1948 ::
Bondan Gunawan,
Ngabehan, Yogyakarta
24 Apr 1949 ::
Jero Wacik, Singaraja, Bali
25 Apr 1930 :: Hj Suyatning Abadi, Kecantikan
25 Apr 1951 ::
Da’i Bachtiar,
Indramayu, Jabar
26 Apr 1928 :: GH Mantik, Mantan Gubernur Sulut
26 Apr 1933 ::
Atang
Ruswita, Batujajar, Bandng, (wf
13 Jun 2003)
26 Apr 1944 :: Muhammad Amien Rais, Surakarta
26 Apr 1944 :: Sophan Sophian,
Makassar (Ngawi, 17 Mei 2008)
27 Apr 1940 ::
Abdul Latief, Banda Aceh
29 Apr 1942 ::
Abdillah Toha, Solo
29 Apr 1943 :: Anung Kusnowo, Dr,M.Tech, Solo
29 Apr 1946 ::
Barnabas Suebu
29 Apr 1947
::
Endriartono Sutarto, Purworejo
29 Apr 1947 ::
Dada Rosada,
Bandung
29 Apr 1955 ::
Sugiharto, Medan
29 Apr 1959 :: Robert Edison Siahaan,
Balige
30 Apr 1919 :: Karimoeddin, T, Prof,dr,MPh, Aceh
30 Apr 1920 :: Munadjat ST Danusaputro, Prof, Salatiga
30 Apr 1932 ::
Umar Kayam, Ngawi (wf
Jakarta 16 Mar 2002) Fauzi Bowo
Dia pemimpin yang bijak dan
bersahaja. Saat masih menjabat Sekwilda
DKI, putra daerah Betawi ini dijagokan beberapa partai dan Bamus Betawi sebagai
calon gubernur DKI. Namun, dia memilih tetap berpasangan dengan Sutiyoso,
dan terpilih sebagai Wakil Gubernur. Diperkirakan, Fauzi Bowo akan
menggantikan Sutiyoso melalui Pilkada langsung 2007. Putu Wijaya
Ia
sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu
cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga menulis
skenario film dan sinetron. Sebagai dramawan, ia memimpin Teater Mandiri
sejak 1971, dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun di luar
negeri. Puluhan penghargaan telah ia raih.
TB Silalahi
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara (1993-1998)kelahiran Pematang Siantar, Sumut, 17 April 1938, ini
dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (SBY).
Sebelumnya, Jenderal bintang tiga ini berperan dalam tim kampanye SBY
pada Pilpres 2004. Dia seorang tokoh yang amat peduli pendidikan.
Ronny Pasla
Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April
1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966
sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet
Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu
memulai karir sepak bolanya dari Medan.
Teti Suryati
KOMPAS:
Kecintaan Teti Suryati, kelahiran Garut, 18 April 1961, pada tanaman dan lingkungan mendorongnya gencar
menyosialisasikan pengolahan sampah menjadi kompos. Awalnya, guru
Biologi SMAN 12 Jakarta ini sekadar membagi ilmu dengan sesama guru di
Jakarta, lalu meluas sampai di berbagai wilayah di Tanah Air.
Ir Robert Edison Siahaan
RE Siahaan yang
saat ini menjabat Walikota P Siantar, Sumut, diunggulkan
memenangi Pilgub Sumut, 16 April 2008. Dia berpasangan dengan H. Suherdi,
Ketua Pujakesuma, Sumut. Pasangan
bernomor urut 3 (tiga) ini didukung 8 Parpol, yakni PDS, PKB, PPIB,
PPD, PNI Marhaenisme, PBSD, Partai Pelopor dan PNBK
Drs Rudolf Matzuoka Pardede
Rudolf M Pardede Gubernur Sumut ke-16 dan pertama dari kalangan sipil sejak orde baru. Mantan Wakil Gubsu ini dilantik 10 Maret 2006
setelah beberapa lama menjabat sebagai Plt Gubsu
menggantikan Tengku Rizal Nurdin
yang tewas akibat kecelakaan pesawat Mandala, 5 September 2005.
HM Ali Umri, SH,MKn
Figur HM Ali Umri, SH,MKn kini menjadi perbincangan hangat berbagai
elemen masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Walikota Binjai dan Ketua DPD Partai Golkar
Sumut, ini dinilai salah satu figur paling tepat memimpin Sumut lima tahun ke depan. Selain masih muda, enerjik,
juga sarat pengalaman.
Barnabas Suebu
Barnabas Suebu SH dan Alex Hesegem SE dilantik sebagai Gubernur dan
Wakil Gubernur Papua dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRP di Jayapura,
Selasa (25/7/2006). Pelantikan ini mengalami proses yang cukup lama
setelah pasangan ini memenangkan Pilkada Papua pada 10 Maret 2006.
Paskah Suzetta
Bendahara DPP Partai Golkar yang menjabat Ketua Komisi XI DPR Drs HM
Paskah Suzetta, MBA, dipercaya menjadi Menteri Negara Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengganti-kan Sri Mulyani Indrawati
yang kemudian menjadi Menteri Keuangan, dilantik Rabu 7 Desember 2005. Tumpal Harianja
Tiga puluh tahun bergelut di
bisnis media cetak menjadikan Tumpal Harianja pemimpin Kedarton Agency
dikenal sebagai seorang agen yang terpercaya. Dia juga memiliki
kemampuan menganalisa pasar media cetak. Sehingga banyak penerbit tidak lagi
hanya memandangnya sebagai agen tapi juga sebagai Konsultan Media.
Soetrisno Bachir
Pendiri Grup Sabira ini
teripilih menjadi Ketua Umum Partai
Amanat Nasional menggantikan Amien Rais. Pria berjiwa ‘keumatan-kebangsaan’
ini bertekad menjadikan PAN terdepan, ikhlas dan amanah. Pria kelahiran
Pekalongan 10 April 1957, ini berasal dari keluarga Muhammadiyah dan dekat dengan kalangan nahdliyin.
Nursyahbani Katjusungkana
Mantan Direktur Eksekutif Solidaritas Perempuan dan Direktur LBH Asosiasi
Perempuan untuk Keadilan (APIK) Jakarta, ini seorang aktivis dan
pengacara yang kemudian terjun ke dunia politik praktis. Setelah menjadi
Anggota MPR Utusan Golongan (1999-2004) kemudian masuk PKB dan terpilih
menjadi Anggota DPR RI (2004-2009). Drs Taufiq Effendi MBA
Anak bandel. Inilah cap yang melekat pada sosok Taufiq Effendi kecil
yang lahir di Barabai, Kalimantan Selatan, 12 April 1941. Pada usia 63 tahun,
anak bandel itu ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Kemudian, di
bursa kepemimpinan baru Partai Demokrat, dia diproyeksi pada posisi
puncak, Ketua Umum.
Iwan Tirta
Dalam hal pelestarian budaya tradisional
Indonesia, namanya tidak diragukan lagi. Ia berhasil ‘menjual’ batik
khas Indonesia hingga ke mancanegara. Meskipun pendidikan formalnya
School of Oriental and African Studies di London University dan
master of laws dari Yale University, AS, ia justru
menemukan dunianya sebagai desainer yang cinta batik.
Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu
Saat akan dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, berkali-kali
Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa dirinya bukan orang
politik bahkan tidak mau berpolitik. Sebab dia adalah seorang prajurit.
Karena itu ia sangat irit bicara jika ditanya soal politik. Persepsi
sebagai tentara yang gemar berpolitik dan berbisnis dihindarinya.
Jero Wacik
Putra Bali kembali mempimpin Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar).
Jero Wacik, kelahiran Singaraja, Bali, 24 April 1949, ini dipercaya
menjabat Menteri Negara Budpar menggantikan I
Gde Ardhika. Lulusan S1 ITB dan FE UI ini,
sebelumnya seorang pengusaha jasa pariwisata yang aktif di Partai Demokrat.
Dr. Achmad Sujudi, MHA
Ibarat mutiara ditaruh di mana pun akan tetap berkilau dan bercahaya.
Begitu pula seseorang yang berorientasi pada tugas dan selalu mendahulukan
kewajiban akan bercahaya di mana pun ditempatkan. Prinsip mendahulukan
kewajiban itu tercermin dalam kisah Dr Achmad Sujudi, MHA, Menteri
Kesehatan RI.
Andung A. Nitimiharja
Mengabdi
selama lebih satu tahun sebagai Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia
Bersatu (KIB), dengan segala kemampuannya, Andung A. Nitimiharja,
menyerahkan jabatannya kepada politisi Partai Golkar
Fahmi Idris,
pada perombakan terbatas anggota kabinet yang diumumkan Presiden SBY di
Gedung Agung Yogyakarta, Senin (5/12/2005) pukul 21.00.
Abdul Latief
Ia
sukses sebagai pengusaha toko serba ada yang
menampung banyak tenaga kerja dan mempromosikan aneka produksi kerajinan
rakyat. Di masa
kepemimpinannya sebagai Menteri Tenaga Kerja tahun 1993-1998, UMR dan THR menjadi akrab di telinga pekerja dan majikan
untuk mengangkat harkat kaum buruh.
Sophan Sophian
Dia seorang aktor film yang piawai bermain kepura-puraan
atau bersandiwara. Ia menghayati
kepura-puraan sebagai seni. Kemudian ia terjun dalam dunia politik
praktis,
menjadi Ketua Fraksi PDIP MPR, lalu mengundurkan diri. Belakangan ia pun meloncat memainkan adegan
(peran) baru masuk tim sukses (bintang iklan) Capres-Cawapres PAN. Harprileny Soebiantoro SH, CN MH
Jamdatun ini mengatakan
saat ini orang hanya bicara soal hukum tapi keadilan masih terasa
jauh. Keadilan masih di mulut, belum menjadi bagian hidup. Kinerja Ellen, panggilan akrabnya, ketika memimpin
Kejati Jabar telah memposisikannya sebagai seorang perempuan pendekar
hukum yang pu-nya komitmen untuk mewujudkan keadilan di negeri ini.
Jenderal Pol Da’i Bachtiar
Prestasi Kepolisian Negara Republik Indonesia boleh
dibilang
cukup membanggakan setelah mampu mengungkapkan kasus ledakan bom di
Bali, 12 Oktober 2002 lalu. Meski demikian, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar ini masih mengemban tugas berat untuk lebih
meningkatkan citra kepolisian. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
I Putu Soekreta Soeranta
Berbakti itu tidak harus selalu sebagai anggota lembaga tinggi negara,
tetapi bisa dalam profesi apa saja, baik sebagai presiden, menteri,
anggota legislatif, pegawai, militer, pedagang, wartawan, guru, maupun
petani dan profesi lainnya. Wakil Ketua Komisi Kesra DPA, Letjen TNI (Purn)
I Putu Soekreta Soeranta menegaskan, semuanya harus membaktikan hidupnya
secara tulus kepada sesama dan masyarakat.
Prof. Dr. M. Amien Rais
Kiprah
Prof. Dr. M Amien Rais dalam pentas politik nasional cukup
fenome-nal. Kendati PAN yang dipimpinnya, hanya
mendapat tujuh persen suara pada Pemilu 1999, ia mampu menjadi king maker
pentas politik nasional dan menjadi Ketua MPR. Mantan Ketua Umum
Muhammadiyah itu menjadi salah satu calon presiden 2004.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Adrianus Mooy
Mantan Gubernur Bank Indonesia
yang kini menjabat Senior Adviser pada United Nations Support Facility for
Indonesian Recovery, ini memulai karir
di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Pria kelahiran Pulau Rote 10 April 1936 ini meraih gelar Master of
Science dan Ph.D. bidang ekonomi dari Universitas Wisconsin, Amerika
Serikat.
Dada Rosada
Kunci keberhasilan Dada Rosada, adalah keteladanan dan kesungguhan
melaksanakan tugas sebagai Walikota Bandung (2003-2008). Luluasn S2 STIA
LAN-RI, kelahiran Ciparay, Bandung, 29 April 1947, ini kembali
dicalonkan Partai Golkar dan PDI-P berpasangan dengan Ayi Vivananda.
DR Sinis Munandar, MS
DR Sinis Munandar, MS memiliki komitmen tinggi terhadap nasib masyarakat
tertinggal. Mantan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian,
ini setelah pensiun tidak lantas berdiam diri. Ia justru berupaya mewujudkan
obsesinya membantu pemecahan masalah
masyarakat tertinggal.
Sundari Untinasih Soekotjo
Sejak
era Presiden Soeharto, hingga Susilo Bambang Yudhoyono,
perempuan yang ciri khasnya tampil berkebaya ini kerap kali diundang
menjadi penyanyi istana. Lagu yang dibawakannya adalah keroncong. Berkat
konsistensinya di dunia musik keroncong, banyak kalangan kemudian
menjulukinya ‘Dewi Keroncong’.
Jenderal TNI Endriartono Sutarto
Dengan bergantinya pemerintahan dan format politik tahun 1998, untuk
dapat mengabdikan diri bagi bangsa dan negara secara optimal sebagaimana
dimaksud para founding fathers, TNI telah dan sedang melakukan
reorientasi postur, tugas, fungsi, dan perannya dalam kehidupan bangsa
dan negara.
Widjanarko Puspoyo
Sejak memimpin Bulog, ia terus berbenah dan mengembangkan model bisnis
baru. Ia berusaha menghapus calo-calo birokrasi yang selama ini menjadi
benalu, mengubah mekanisme organisasi dan menyinergikan program bisnis.
Selain mengubahnya menjadi Perum, ia mem-persiapkan generasi baru
di Bulog yang lebih bervisi.
Maya Rumantir
Life begin at 40,
tampaknya benar-benar menjadi kenyataan dalam kehidupan
Olivia Maya Rumantir (40) yang dulu dikenal sebagai penyanyi.
Ketua Yayasan Maya Bhakti Pertiwi ini akhirnya menikah di usia 40 dengan Ir Takala Gerald Manumpak Hutasoit (41) pada
2 April 2004. Baginya
tiada kata terlambat memulai hidup baru dalam berkeluarga.
Bondan Gunawan
Dia relatif tidak lama berada di elit puncak pemerintahan Presiden
Abdurrahman Wahid (Kabinet Persatuan 1999-2001). Sebagai Sekretaris
Pengendali Pemerintahan, lalu Pjs Menteri Sekretaris Negara. Karirnya meredup setelah terkuak
isu bobolnya brankas Yayasan Karyawan Yanatera Bulog senilai Rp 35
milyar.
Herawati Diah
Siti Latifah Herawati Diah kelahiran 3 April 1917 adalah pendiri harian
berbahasa Inggris Indonesian Observer (1955). Dia bersama suami B.M. Diah
adalah pelaku catatan panjang jurnalisme Indonesia. Suaminya B.M. Diah
adalah pendiri dan pemilik koran “Merdeka” yang diterbitkan pertama kali
Oktober 1945. Tujuannya untuk mengisi kemerdekaan.
Ernie Djohan
Ernie Djohan Si “Mutiara yang Hilang” kini jumpa lagi. Setelah sukses
dalam "Ernie Djohan's Golden Concert" di Gedung Kesenian Jakarta, tahun
2001 lalu, ia makin sering jumpa lagi dengan para penggemarnya, terutama
dalam acara sosial, seperti peduli jantung. Ia seorang penyanyi kenangan
yang tetap enerjik di usia kepala lima. Dan, tak banyak orang tahu, ia
pintar memijat.
Irwan Hidayat
Di
tangan Irwan Hidayat, generasi ketiga, Sido Muncul menjelma menjadi
industri jamu yang setara dengan industri farmasi. Sido Muncul siap
mendunia dengan beragam produk jamu yang sudah teruji secara klinis. Tahun
2000, pemerintah telah memberi lisensi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
kepada perusahaan jamu ini.
|
|