| |
C © updated 20092008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/pks |
|
| |
Nama:
Tifatul Sembiring
Lahir:
Bukittinggi, 28 September 1961
Istri:
Sri Rahayu
Anak:
1. Sabriana Sembiring
2. Fathan Sembiring
3. Ibrahim Sembiring
4. Yusuf Sembiring
5. Fatimah Sembiring
6. Muhammad Sembiring
7. Abdurrahman Sembiring
Pengalaman Organisasi:
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),periode 2005-2010
Pejabat Sementara Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Oktober
2004-April 2005
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I Sumatera
Humas Partai Keadilan
Pendiri PartaiKeadlan (PK)
Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII)
Aktivis Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, 1990
Aktivis Korps Mubaligh Khairu Ummah
Pekerjaan:
Direktur Asaduddin Press, Jakarta
PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jwa, Bali, Madura 1982-1989
Pendidikan:
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta
International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad,
Pakistan
Alamat Rumah:
Kompleks Pondok Mandala II Blok N-1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat
Alamat Kantor:
Kantor Pusat DPP Partai Keadilan Sejahtera
Gedung Dakwah Keadilan
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F
Jakarta Selatan, Indonesia
Telp +62-21-7995425
Fax +62-21-7995433
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
BERITA:
01
02 03 = Tifatul Sembiring
Logika Dakwah dari PKS
Partai yang berdiri pada era awal reformasi ini sejak awal
mendeklarasikan diri sebagai partai dakwah. Sebagai partai dakwah, apa
pun yang dilakukan selalu mendasarkan diri pada logika dakwah, yang
selalu mengajak untuk kebaikan.
Tidak mudah untuk mempertahankan diri tetap di jalurnya. Namun, juga
bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.
Pada pemilu mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mengusung
slogan ”Bersih, Peduli, dan Profesional”. Tema ”Bersih dan Peduli” pada
Pemilu 2004 telah membangkitkan semangat kader pada masyarakat untuk
memberikan dukungan. PKS di Jakarta kemudian bisa menjadi partai
unggulan.
Tentang tema sentral kampanye PKS, Presiden PKS Tifatul Sembiring
mengingatkan semua calon anggota legislatifnya untuk tetap berpegang
pada tema sentral yang sudah menjadi keputusan bersama.
Untuk itu, PKS sudah menerbitkan buku putih yang menjadi panduan tentang
elaborasi dari tema sentral itu.
Meskipun PKS sadar akan pencitraan, Tifatul dengan penuh kerendahan
mengakui kekurangannya sebagai manusia.
Menurut dia, PKS bukanlah ”partai malaikat”, tetap saja ada
kekurangannya, meskipun sudah dibuat berbagai mekanisme internal untuk
mengatasi kekurangan itu.
Berikut pembicaraan bersama Tifatul Sembiring yang ditemui di kantor DPP
PKS di Jakarta pada awal Ramadhan 1429 H.
Bagaimana mempertahankan konsistensi perjuangan PKS?
Mempertahankan konsistensi memang tidak mudah, kita perlu memberikan
arahan terus-menerus kepada kader. Jadi, kita berbagi tugas. Di PKS ada
majelis syuro yang beranggotakan 99 orang, jadi keputusan majelis syuro
ini penting karena mereka mewakili 33 provinsi. Mereka berkewajiban
mengawasi.
Ada lembaga yudikatif, dewan syariah pusat dan turunannya berada di
semua tingkatan wilayah dan kabupaten kota. Ada lagi urusan terkait
pidana. Bidang syariah dan badan penegak disiplin organisasi. Ketiga
lembaga eksekutif, pengawasan dan peringatan kalau terjadi sesuatu.
Inilah organisasi kepartaian yang akan kita bangun.
Namun, berbeda dengan medan dakwah keagamaan, kita juga diingatkan
perlunya citra publik. Kita berbuat baik tidak bisa lagi
sembunyi-sembunyi karena orang tidak tahu bahwa kita sudah berbuat baik.
Inilah kenyataan politik yang harus PKS ambil.
Pasalnya, kalau kita tidak pernah menunjukkan perbuatan baik kita, bisa
jadi kita disingkirkan oleh orang yang tidak baik namun pencitraannya
baik. Biar bagaimanapun, kita bukan partai malaikat, maka ada saja
langkah yang salah.
Namun, jika ada kader yang berlaku salah, kita harus betul-betul
mengadilinya, menegakkan aturan.
Konstituen pasti melihat karakter PKS, apakah konsisten atau tidak. Dan
penilaian itu bisa dilihat dari berbagai opini yang beredar. Kita selalu
mendatangi mereka, kita bertemu dengan mereka, selalu mengajak mereka
bicara. Dan apa yang kita lakukan sejauh ini bisa dimengerti.
Saat ini hampir 800.000 kader PKS aktif berdialog dengan masyarakat.
Dari kader PKS yang aktif berdialog dengan masyarakat inilah PKS
menyerap informasi pada kita yang ada di pusat, tentang apa yang
sebetulnya masyarakat inginkan.
Walaupun penyebaran kader belum sampai ke daerah-daerah yang jauh dan
berpenduduk sedikit, tetapi untuk daerah perkotaan hampir semuanya sudah
bisa dijangkau kader PKS.
Apakah cara itu bisa mempertahankan konstituen dan suara yang pernah
diraih PKS?
Untuk mempertahankan konstituen memang tidak mudah. Konstituen sekarang
kritis dan memilih yang paling kredibel. Apalagi, masyarakat sekarang
sedang kesal dengan berbagai harga yang selalu naik. Harga BBM naik,
sembako naik, dan yang lebih parah lagi barang- barang yang dibutuhkan
rakyat itu hilang pula. Kredibilitas inilah yang ingin dibangun. Kita
tidak ingin ada anggota dewan PKS yang kredibilitasnya jatuh.
Bagaimana dengan kecenderungan golput?
Soal golput, memang terjadi, namun penyebabnya tidak semua sama.
Misalnya di Pilkada Tangerang, partisipasi juga rendah. Namun,
penyebabnya bisa juga karena sosialisasi KPUD yang rendah. Bisa juga
tokoh yang dicalonkan tidak kredibel di mata masyarakat, tidak sesuai
aspirasi masyarakat. Selain itu, parpolnya juga menunggu di ujung jalan
saja. Jadi orang malas ikut pemilu.
Untuk menekan angka golput, memang seluruhnya harus berperan, masyarakat,
parpol, maupun KPU. Namun, kalau pemilu legislatif tampaknya angka
partisipasi jauh lebih tinggi dari pilkada.
Soal presiden, apakah PKS akan mengajukan kadernya?
Yang jelas, keputusan yang saat ini ada adalah jika PKS berhasil
mendapat dukungan 20 persen suara di parlemen, maka akan mengajukan
kadernya sebagai presiden atau wakil presiden.
Namun, tentang siapa nama yang akan diajukan PKS, saya kira semua kader
PKS harus siap. Keputusannya akan ditentukan oleh dewan syuro. (Oleh
Imam Prihadiyoko, Sosok dan Pemikiran, Kompas, Sabtu, 20 September 2008) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|