A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Organisasi
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 15082008  
   
  ► e-ti/setneg  
  Nama :
Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Lahir :
Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Jabatan:
Presiden Republik Indonesia
Istri :
Kristiani Herawati,
putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo
Pangkat terakhir :
Jenderal TNI (25 September 2000)

Alamat Rumah:
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
 
 
     
 
BERITA
Pidato Kenegaraan

Penuhi 20% Anggaran Pendidikan


Jakarta 15 Agustus 2008: Pemerintah akhirnya mengalokasikan 20 persen untuk anggaran pendidikan. Alokasi anggaran ini untuk memenuhi amanat konstitusi, meskipun dalam kondisi anggaran yang sangat terbatas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan hal itu dalam Pidato Kenegaraan dan Keterangan Pemerintah atas RAPBN Tahun Anggaran 2009 Beserta Nota Keuangannya, di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat (15/8) pagi, di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta semua anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Pembukaan Masa Sidang DPR 2008-2009 itu dipimpin Ketua DPR Agung Laksono dan dihadiri anggota DPR beserta undangan.

Presiden SBY menjelaskan, dalam rangka memenuhi keputuasan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 13 Agustus 2008, soal alokasi dana pendidikan yang harus kita hormati, maka postur RAPBN 2009 dilakukan perubahan dan pemutakhiran.

”Dalam dokumen tambahan Nota Keuangan yang disampaikan hari ini dilakukan perubahan asumsi harga minyak sesuai penurunan harga minyak dunia terakhir. Dengan perubahan asumsi itu, anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik juga mengalami penurunan sehingga akhirnya, alhamdulillah, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dapat dipenuhi meskipun defisit anggaran harus dinaikkan sebesar Rp 20 triliun atau menjadi 1,9 persen dari produk domestik bruto (PDB),” jelas Presiden.

Menurut Presiden, anggaran pendidikan telah meningkat hampir dua kali lipat, dari sebelumnya Rp 78,5 triliun dua tahun lalu, saat ini menjadi Rp 154,2 triliun pada 2008. Tambahan anggaran pendidikan yang dialokasikan pada tahun depan tercatat sebesar Rp 46,1 triliun, sehingga berjumlah sebesar Rp 224 triliun.

Alokasi yang besar pada anggaran pendidikan untuk Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama adalah guna menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.Anggaran itu juga ditujukan untuk menaikkan kesejahteraan guru secara siqnifikan. Pada tahun 2004 penghasilan yang diterima guru golongan terendah masih Rp 842,6 ribu per bulan, pada tahun 2008 telah mencapai Rp1,854 juta, atau naik lebih dari dua kali lipat.

Anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20 persen dari APBN kita ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad 21 ini.

Swasembada Beras
Presiden SBY juga menyampaikan untuk pertamakali sejak Orde Baru (Orba), Indonesia mengalami swasembada beras. Prestasi ini dicapai di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. “Mungkin fakta ini belum banyak diketahui masyarakat. Karenanya pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada Sidang Dewan yang terhormat dan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa, syukur alhamdulillah, pada tahun ini kita kembali mencapai swasembada beras,” kata Presiden SBY.

“Ini adalah untuk pertama kalinya sejak masa Orde Baru. Produksi beras kita kini lebih tinggi daripada konsumsi beras nasional. Itulah sebabnya, juga untuk pertama kali sejak masa Orde Baru, harga beras kita lebih rendah daripada harga beras internasional,” ujar Presiden, disambut aplaus panjang peserta sidang paripurna.

“Dalam suasana krisis pangan global ini, kita harus memperkuat stok pangan nasional kita. Pemerintah telah menetapkan bahwa stok beras nasional ditingkatkan hingga mencapai 3 juta ton, dari sebelumnya hanya 1 juta ton. Barulah setelah itu, kita berbicara tentang kemungkinan ekspor beras. Stok beras yang kuat ini akan menjamin ketahanan pangan kita, sekaligus stabilitas harga beras pada tingkatan yang terjangkau oleh masyarakat luas,” ujar Presiden SBY.

Gaji Naik 15 Persen
Pemerintah juga akan menaikkan anggaran untuk gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan rata-rata 15 persen pada RAPBN 2009. Selain itu, akan ada gaji dan pensiun bulan ke-13 serta perbaikan sistem pembayaran pensiun. “Selama empat tahun masa pemerintahan ini, pendapatan PNS golongan terendah telah kita tingkatkan 2,5 kali, dari Rp 674 ribu per bulan pada tahun 2004 menjadi Rp 1,721 juta pada tahun 2009,” kata Presiden SBY.

Presiden mengatakan,dalam rangka memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja pegawai sebesar Rp 143,8 triliun atau naik sekitar Rp 20,2 triliun (16,4 persen) dari perkiraannya dalam tahun 2008. “Kenaikan anggaran tersebut, antara lain, untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 15 persen, serta perbaikan sistem pembayaran pensiun,” ujar Presiden SBY.

Berdasarkan prioritas Rencana Kerja Pembangunan (RKP) 2009 dan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga, dalam RAPBN tahun 2009 terdapat beberapa kementerian/lembaga yang mendapat alokasi anggaran cukup besar. Departemen Pendidikan Nasional direncanakan memperoleh anggaran Rp 52,0 triliun, Departemen Pekerjaan Umum Rp 35,7 triliun, Departemen Pertahanan Rp 35,0 triliun, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp 25,7 triliun. Lalu, Departemen Agama Rp 20,7 triliun, Departemen Kesehatan Rp 19,3 triliun, dan Departemen Perhubungan Rp 16,1 triliun. ►e-ti/tsl

= Pidato Kenegaraan selengkapnya
 

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia

 

BIOGRAFI ==   01   02   03   04   05   06   07   ==