| |
C © updated 14012008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/sp |
|
| |
BIODATANama:
RH Siregar
Nama Lengkap:
Robinson Hamonangan Siregar, SH
Lahir:
Pematang Siantar, Sumut, 11 Januari 1932
Meninggal:
Jakarta, 14 Januari 2008
Karir:
- Wartawan Harian Sinar Harapan sejak Oktober 1963
- Wakil Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan sampai pensiun 1 Januari 1991
- Dewan Redaksi Suara Pembaruan
Alamat Rumah Kel:
Jalan Bangka II Nomor 23, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| RH Siregar HOME |
|
|
 |
RH Siregar (1932-2008)
Pengawal Kode Etik Jurnalistik
Dunia pers Indonesia kembali berduka. Salah satu putra
terbaiknya, Robinson Hamonangan Siregar (76), atau yang lebih dikenal
dengan RH Siregar SH, meninggal dunia, Senin 14 Januari 2008 pukul 03.30
WIB, di RS Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta. Almarhum
dirawat sejak Minggu dini hari, karena penyakit asmanya kambuh.
Menurut salah seorang anaknya, Ny Mona Rajagukguk-Siregar, pihak
keluarga membawa almarhum ke rumah sakit karena suhu badannya cukup
tinggi. "Papi sempat menolak dibawa ke rumah sakit. Tetapi karena
badannya panas, kami tetap membawa papi ke rumah sakit," ungkapnya.
Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Bangka II Nomor 23,
Jakarta Selatan, dan menurut rencana akan dimakamkan di TPU Kampung
Kandang, Jakarta Selatan, Rabu (16/1). Sebelum dimakamkan, jenazah akan
disemayamkan di Gereja HKBP Hang Lekiu, Jakarta Selatan.
Hingga akhir hayatnya, almarhum RH Siregar masih menjabat sebagai Ketua
Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dan
Sekretaris Dewan Redaksi Harian Suara Pembaruan. Selain itu, pernah
dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pers (2000-2006).
Mantan Ketua Dewan Pers, Atmakusumah Astraatmadja menilai, sosok RH
Siregar adalah orang yang tidak pernah pensiun. "Beliau selalu bekerja
dalam kondisi apapun. Ketekunan dan semangatnya, patut menjadi contoh
wartawan-wartawan saat ini," katanya.
Atmakusumah, yang sudah belasan tahun bekerja sama dengan almarhum,
tidak meragukan konsistensi RH Siregar dalam penegakan kode etik
jurnalistik. "Dalam rezim apa pun, beliau selalu memiliki tekad untuk
menegakkan kode etik tersebut," ujar dia.
RH Siregar, yang lahir di Pematang Siantar, Sumut, 11 Januari 1932,
memulai kariernya sebagai wartawan Harian Sinar Harapan pada Oktober
1963.
Ketika Sinar Harapan dibredel dan berganti nama menjadi Suara Pembaruan,
RH Siregar pernah dipercaya menjadi Wakil Pemimpin Redaksi hingga
pensiun pada 1 Januari 1991. Setelah pensiun, almarhum banyak menulis
opini. Selain itu, juga dipercaya memberi masukan ke Redaksi Suara
Pembaruan melalui forum Dewan Redaksi.
Kurang lebih setahun terakhir, kesehatan almarhum menurun. Meski
demikian, beliau tetap aktif menjalankan tugasnya, di antaranya aktif
menulis apabila diminta oleh Redaksi, serta menghadiri rapat Dewan
Redaksi yang diadakan setiap bulan pada Rabu pekan keempat. Pada rapat
terakhir Rabu, 28 November 2007, almarhum ikut hadir, dan itu merupakan
perjumpaan terakhir almarhum dengan jajaran Redaksi Suara Pembaruan.
RH Siregar dikenal tegas dan teliti dalam melaksanakan tugasnya. Tapi,
dia juga lembut dan penuh perhatian. Maka tidak heran kalau para
wartawan, yang pernah menjadi anak buahnya mengenangnya sebagai sosok
yang patut diteladani.
Dia hampir selalu memberikan tugas peliputan kepada jajarannya secara
terurai, sehingga mudah dipahami. Ia menuangkan penugasan itu dalam term
of reference (ToR) secara lengkap, mulai dari masalah yang diliput, arah
peliputan, batas waktu, hingga pokok-pokok pertanyaan yang harus
diajukan kepada narasumber. [Suara Pembaruan, 14 Januari 2008] ►TI
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|