A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P R O F E S I
 ► Seniman
 ► Wartawan
  B E R A N D A
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 03112006  
   
  ► e-ti  
  Nama:
Mahtum Mastoem
Lahir:
Tahun 1949
Meninggal:
Jakarta, 3 November 2006

Isteri:
Nuryeti
Anak:
- Novi Normarina
- Dwi Nurmawan
- Cica
- Rendi (Anak Angkat)

Karir:
- Mantan Pemimpin Perusahaan Majalah Berita GATRA
- Pemimpin Umum Majalah Berita GAMMA
- Direktur PT Wahana Semesta Merdeka Group, yang mengembangkan Harian Radar di sejumlah daerah di bawah Group Jawa Pos

Organisasi:
- Anggota PWI
- Ketua Harian Serikat Penerbit Suratkabar (SPS)
 
 
 
 
 
 
MAHTUM HOME

 

Mahtum Mastoem 1949-2006

Mantan Pemimpin Umum GAMMA


Mantan Pemimpin Perusahaan Majalah Berita GATRA dan Pemimpin Umum Majalah Berita GAMMA Mahtum Mastoem, meninggal dunia dalam usia 57 tahun Jumat 3 November 2006 subuh pukul 4.30, di Rumah Sakit Cikini, Jakarta Pusat, karena sakit. Jenazah Ketua Harian Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) itu dikebumikan Jumat siang di tempat pemakaman umum Al Kamal, Kedoya, Jakarta Barat.

Tokoh penerbitan surat kabar nasional itu meninggalkan seorang istri, Nuryati tiga anak kandung (Novi Normarina, Dwi Nurmawan dan Cica), seorang anak angkat (Rendi), dan seorang cucu. Menurut adiknya, Sukarno, beberapa tahun terakhir memang mengidap penyakit jantung koroner.

Sepekan menjelang bulan Ramadhan 1427 H lalu, Mahtum menjalani operasi kateter di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Pasca operasi, kondisinya sempat membaik. Bahkan sempat berpuasa sebulan penuh. Namun, saat memberi ceramah di Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Selasa 31 Oktober 2006, mantan Direktur PT Wahana Semesta Merdeka Group, yang mengembangkan Harian Radar di sejumlah daerah di bawah Group Jawa Pos, itu sempat jatuh pingsan, hingga dirawat di Rumah Sakit PGI Cikini.

Sejumlah pempinan penerbitan dan wartawan sempat  membezoeknya ketika masih dirawat di RS. Juga melawat di rumah duka, Taman Arya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat dan melepas kepergiannya ke tempat peristirahatan yang terakhir. Bahkan di pemakaman, tampak hadir antara lain Jakob Oetama, Fikri Jufri, Leo Batubara, dan Goenawan Mohamad. Juga sejumlah seniman dan budayawan seperti Putu Wijaya dan Ratna Riantiarno. ►e-ti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)